pagi ini
lanjutan cerita semalam
selepas bergantinya usia
kau ingatkan aku
dalam selamanya waktu
acap ucapkan syukur
sisihkan waktu
menilai kelalaian
merenungkan dosa diri
kau kuatkan aku selalu
megimbangi alun debur ombak
menikmati perjalanan sesaat
menemani buah hati kita
menjawab tanyaNya nanti
Aug 28, 2008
Aug 20, 2008
Sangat Ingin
waktuku seperti kanak-kanak
tak bisa bicara apa
hanya bisa merasa
kapan saat senang
kapan saat meminta
ku rasa, saat ini
dia sudah sangat ingin
tak bisa bicara apa
hanya bisa merasa
kapan saat senang
kapan saat meminta
ku rasa, saat ini
dia sudah sangat ingin
Mata Hati
derai debur ombak
menggapai pantai mata hati
degup jantung pertemuan dua mata
persentuhan hangat
reruntuhan getar
melemahkan tulang
menggapai pantai mata hati
degup jantung pertemuan dua mata
persentuhan hangat
reruntuhan getar
melemahkan tulang
May 3, 2007
Candu Rindu
ku cicipi rindu
di kedalaman hati
biar ku tak lupa rasa
di ujung lidah bercampur
sesekali manis
lain kali pahit
wah hebatnya rindu
tak tahu ku rasa apa persisnya
yang ku tahu
hatiku makin mencandu
di kedalaman hati
biar ku tak lupa rasa
di ujung lidah bercampur
sesekali manis
lain kali pahit
wah hebatnya rindu
tak tahu ku rasa apa persisnya
yang ku tahu
hatiku makin mencandu
Kenangan Semalam
kau ingat
aku pun ingat
betapa setiap kita bicara"suatu saat nanti"
ruang hati kita kepenuhan cerita
seolah tangan-tangan takdir
menyerah dan tersenyum
melihat tingkah kita
...untuk suatu saat nanti...
cerita akan selalu
terus bersambung...
aku pun ingat
betapa setiap kita bicara"suatu saat nanti"
ruang hati kita kepenuhan cerita
seolah tangan-tangan takdir
menyerah dan tersenyum
melihat tingkah kita
...untuk suatu saat nanti...
cerita akan selalu
terus bersambung...
Kuatnya Niat
aku datang dalam kuatnya niat
eratnya dekap tanpa pikat
teriring wangi bunga seikat
ku pinta senyummu dengan hasrat
eratnya dekap tanpa pikat
teriring wangi bunga seikat
ku pinta senyummu dengan hasrat
Mar 12, 2005
Senyum itu
senyum yang ku pesan darimu
walau tak selalu datang tepat waktu
ku tunggu sampai hati membiru
saat belum dipesan
datanglah beribu-ribu
kadang ku malu
karena ku hanya kirim satu
walau tak selalu datang tepat waktu
ku tunggu sampai hati membiru
saat belum dipesan
datanglah beribu-ribu
kadang ku malu
karena ku hanya kirim satu
Dec 9, 2004
mimpi nyata
lelaplah adikku
dari setiap waktu lelah dikejar rindu
simpanlah damai di sipit matamu
sampai terbangun
antara mimpi dan kenyataan
tak lagi terasa berbeda...
lelaplah adikku
genggam erat tangan rinduku
dari setiap waktu lelah dikejar rindu
simpanlah damai di sipit matamu
sampai terbangun
antara mimpi dan kenyataan
tak lagi terasa berbeda...
lelaplah adikku
genggam erat tangan rinduku
berjanji
di buku ini
hanya tanganku yang peduli
mendengar celoteh hati
yang dengan keterbatasannya
tak mampu menuliskan
apa yang dirasa
semua yang dipinta
tanganku menjabat hati
berjanji
untuk mendengarkan lain kali
hanya tanganku yang peduli
mendengar celoteh hati
yang dengan keterbatasannya
tak mampu menuliskan
apa yang dirasa
semua yang dipinta
tanganku menjabat hati
berjanji
untuk mendengarkan lain kali
ku mengerti
apa yang bisa ku kuasakan
pada sesuatu yang tak punya rasa
jadilah perasaanku
kuasaku sendiri
dalam sempitnya kata-kata
seluasnya ku harapkan makna
mengerti apa yang kau tahu
cukuplah itu...
pada sesuatu yang tak punya rasa
jadilah perasaanku
kuasaku sendiri
dalam sempitnya kata-kata
seluasnya ku harapkan makna
mengerti apa yang kau tahu
cukuplah itu...
Oct 2, 2004
untuk semua
di tepian pengharapan
mulut dan mata bertautan
memuja segala keindahan
dalam ikatan segala perasaan
antara impian dan kenyataan
terbentang luas pengharapan
mulut dan mata bertautan
memuja segala keindahan
dalam ikatan segala perasaan
antara impian dan kenyataan
terbentang luas pengharapan
wahai...
wahai awan yang menderu
mendekatlah sembunyikan mukaku
agar tak ada seorangpun yang tahu
ku sedang membiru karena rindu
wahai angin yang menggebu
kemarilah terbangkan hatiku
agar tak ada waktu yang ku tunggu
bila ingin lihat senyum itu
mendekatlah sembunyikan mukaku
agar tak ada seorangpun yang tahu
ku sedang membiru karena rindu
wahai angin yang menggebu
kemarilah terbangkan hatiku
agar tak ada waktu yang ku tunggu
bila ingin lihat senyum itu
tikam rindu
khayalanku sekarat
tertikam tajamnya haru
merangkak menuju dekap
tersungkur di kedalaman rindu
tertikam tajamnya haru
merangkak menuju dekap
tersungkur di kedalaman rindu
Sep 23, 2004
ku berjalan tak lagi terbang
siang malam berganti
dalam kepenuhan hati kita
tumpah ruah
membasahi tidurnya mimpi
terbangun di pangkuan
erat dalam dekap harap
dalam kepenuhan hati kita
tumpah ruah
membasahi tidurnya mimpi
terbangun di pangkuan
erat dalam dekap harap
Barakallahu wa barakallahu alaika
Rabbi, Yaa Rahmaan....
Segala lafal pujian dari syair sanjungan padaMu kami Esakan
Rabbi Yaa Rahiim...
Shalawat atas Nabiyyil Karim,
Muhammad dari bani Hasyim,
juga keluarga, shahabat, dan pengikutnya setiap muslim
Rabbi, Yaa Waduud...
Getar cinta padaMu di setiap sudut,
Menyatukan jiwa kami dalam sujud
Jadikan akad nikah kami ikrar jihad yang wujud
Rabbi Yaa Waliyyi...
Jadikan saling tatap kami, sebagai penghapus luka, lara dan duri
Jadikan genggam tangan ini, penggugur dosa dari sela tiap jemari
Rabbi Yaa Jaami'...
Satukan kami dalam Ridha, syukur, sabar, dan qana'ah
Suakan kami dalam mesra, cinta, rindu dan sakinah
Jumpakan kami dalam hamasah, istiqamah, jihad dan da'wah
Pertemukan peluk kasih kami di naungan pepohonan jannah
Rabbi Yaa Razzaq...
Nuzulkan dari sulbi kami, anak-anak,
yang dengan mereka kalimatMu tegak
yang dengan mereka Kau buat kami tersenyum di saat gembira,
lelah, susah, dan nanti saat kembali Kau pertemukan kami
sebagai keluarga surgawi
Segala lafal pujian dari syair sanjungan padaMu kami Esakan
Rabbi Yaa Rahiim...
Shalawat atas Nabiyyil Karim,
Muhammad dari bani Hasyim,
juga keluarga, shahabat, dan pengikutnya setiap muslim
Rabbi, Yaa Waduud...
Getar cinta padaMu di setiap sudut,
Menyatukan jiwa kami dalam sujud
Jadikan akad nikah kami ikrar jihad yang wujud
Rabbi Yaa Waliyyi...
Jadikan saling tatap kami, sebagai penghapus luka, lara dan duri
Jadikan genggam tangan ini, penggugur dosa dari sela tiap jemari
Rabbi Yaa Jaami'...
Satukan kami dalam Ridha, syukur, sabar, dan qana'ah
Suakan kami dalam mesra, cinta, rindu dan sakinah
Jumpakan kami dalam hamasah, istiqamah, jihad dan da'wah
Pertemukan peluk kasih kami di naungan pepohonan jannah
Rabbi Yaa Razzaq...
Nuzulkan dari sulbi kami, anak-anak,
yang dengan mereka kalimatMu tegak
yang dengan mereka Kau buat kami tersenyum di saat gembira,
lelah, susah, dan nanti saat kembali Kau pertemukan kami
sebagai keluarga surgawi
Sep 22, 2004
begitu berasa
kata-kataku serasa lumpuh
diterjang banyak rindu
merangkak selangkah
lalu berhenti
diam merenung
melangkah lagi
begitu berasa ku tak berdaya
diterjang banyak rindu
merangkak selangkah
lalu berhenti
diam merenung
melangkah lagi
begitu berasa ku tak berdaya
menunggu
kalau saja waktu bisa kupaksa berlari
mungkin tak perlu ku menunggu
kalau saja waktu bisa terbang
buat apa aku menangkap angin
kalau saja aku bisa menjemput engkau
buat apa ku simpan semua ini
jadi biarkanlah waktu berjalan
aku yang harus menunggu
ku harap kau pun tak terburu-buru
mungkin tak perlu ku menunggu
kalau saja waktu bisa terbang
buat apa aku menangkap angin
kalau saja aku bisa menjemput engkau
buat apa ku simpan semua ini
jadi biarkanlah waktu berjalan
aku yang harus menunggu
ku harap kau pun tak terburu-buru
semuaNya
ketentuan adalah kuasaNya
waktu adalah kepunyaanNya
kita diberi hati untuk bersabar
memahami rahasiaNya
kuasa kita hanyalah doa
semampu kita berharap
terbangkanlah bersama malam
titipkan pada bintang-bintang
yang ikut sabar menghitung mimpi
waktu adalah kepunyaanNya
kita diberi hati untuk bersabar
memahami rahasiaNya
kuasa kita hanyalah doa
semampu kita berharap
terbangkanlah bersama malam
titipkan pada bintang-bintang
yang ikut sabar menghitung mimpi
wuuurrr...
Angin terbanglah angin
terbangkan pesan terbangkan tinggi
agar tak terjangkau pohon-pohon
angin mengembunlah angin
menitik basah di pinggiran mimpi semalam
terbangkan pesan terbangkan tinggi
agar tak terjangkau pohon-pohon
angin mengembunlah angin
menitik basah di pinggiran mimpi semalam
Subscribe to:
Posts (Atom)
